daftar pustaka - Universitas Hang Tuah

Lors de l'Assemblée générale, qui sera présidée par le plus âgé des parlementaires Oktay Ek?i, les députés de la 24ème législature vont prêter serment ..... entre 2001 et 2007, le "frère numéro deux" admet que les individus considérés comme des menaces contre la ligne du parti étaient "corrigés" sur ordre du régime.


un extrait du document






Vol. 9 No. 1 Februari 2015


ISSN : 1907-5987



SUSUNAN REDAKSI

Pemimpin Umum
Noengki Prameswari

Ketua Penyunting
Sularsih

Sekretaris
Dwi Andriani, Carissa Endianasari

Bendahara
Maria Franciska

Penyunting Pelaksana
Kristanti Parisihni, Widyastuti, Rima Parwati Sari
Endah Wahjuningsih, Syamsulina Revianti, Dian Widya Damaiyanti, Sarianoferni

Penyunting Ahli (Mitra Bebestari)
Setyo Harnowo, Arifzan Razak,
Dian Mulawarmanti, Bambang Sucahyo, Setyo Harnowo,
Soetjipto, Achmad Gunadi, Udijanto Tedjosasongko, Iga Wahyu Ardani

Distribusi
Trias Djohar Wirawan



Jurnal Kedokteran Gigi diterbitkan setiap bulan Februari dan Agustus oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah.





ALAMAT REDAKSI
Cp. Carissa Endianasari
Fakultas Kedokteran Gigi-Universitas Hang Tuah
Jl. Arief Rahman Hakim 150 Surabaya
Telp. 031-5945864, 5945894 psw 219/220 Fax. 031-5946261
E-mail: HYPERLINK "mailto:jurnal.denta@gmail.com"jurnal.denta@gmail.com/denta@hangtuah.ac.id
Website : www.fkg.hangtuah.ac.id


Vol. 9 No. 1 Februari 2015
______________________________________________________
ISSN : 1907-5987

DAFTAR ISI
Susunan redaksi

Daftar isi

Panduan Penulisan Naskah

Aplikasi Gel Kitosan Berat Molekul Tinggi dan Rendah terhadap Ketebalan Epitel Mukosa pada Proses Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi
Fransiska Amelia Hartono, Puguh Bayu Prabowo, Syamsulina Revianti

Daya Antibakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica Less) Terhadap Streptococcus Viridians (In Vitro)
Agni Febrina Pargaputri, M. Mudjiono, Agus Subiwahjudi

Daya Hambat Ekstrak Nannochloropsis oculata Terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus faecalis
Ayu Fadhilah, Kristanti Parisihni, Henu Sumekar

Daya Hambat Ekstrak Rumput Laut Spesies Eucheuma Cottonii Terhadap Pertumbuhan Bakteri Mixed Periodontopatogen
Iqbal Fahmiliyan Asmoro, Yoifah Rizka, Paulus Budi Teguh

Daya Hambat Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) terhadap Bakteri Enterococcus faecalis
Roy Tamara, Linda Rochyani, Paulus Budi Teguh

Daya Hambat Ekstrak Teripang Pasir (Holonthuria scabra) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Mixed periodontopatogen In Vitro
Susi Krestiana, Widyastuti, Vivin Ariestania

Efek Pemberian kombinasi Prf dengan Xenograft dan Alloplast Terhadap Jumlah Osteoblas
Hansen Kurniawan

Efektifitas Perbandingan Kombinasi Clindamycin dan Ekstrak Nannochloropsis Oculata Terhadap Peningkatan Kepadatan Kolagen pada Osteomielitis Mandibula
Faidha Azmi N, Dian Mulawarmanti, Noengki Prameswari

Karakterisasi Esktrak Air Teripang Emas (Stichopus hermanii)
Dian Widya Damaiyanti



Pengaruh Gel Teripang Emas Terhadap Jumlah Fibroblas Di Daerah Tarikan Pada Relaps Gigi Setelah Perawatan Ortodonti
Celia Rahardjo, Noengki Prameswari, Pambudi Rahardjo

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mangrove Api-Api Putih (Avicennia Alba)Terhadap Kesembuhan Ulkus Traumatikus
Devy Tri Wulandari P, Isidora Karsini S, Dian Mulawarmanti

Pengaruh Pemberian Ekstrak Nannochloropsis oculata Terhadap Penurunan Kadar TNF-± pada Tikus yang Diinduksi Bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans
Peggie Octavia Halim, Syamsulina Revianti, Yoifah Rizka Wedarti

Perbedaan Kitosan Berat Molekul Rendah dan Tinggi Terhadap Jumlah Sel Limfosit pada Proses Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi
Felinda Gunawan, Sularsih, Soemartono




i

ii

iv

1



11



20



29



36



47



58



63




74




82



90



101




114












Aplikasi Gel Kitosan Berat Molekul Tinggi dan Rendah terhadap Ketebalan Epitel Mukosa pada Proses Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi

(Application of Chitosan Gel High Molecular Weight and Low Molecular Weight on the Epithelial Mucosal Thickness in Wound Healing After Tooth Extraction)

Fransiska Amelia Hartono*, Puguh Bayu Prabowo**, Syamsulina Revianti ***
*Sarjana Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah
**Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah
***Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah


ABSTRACT

Background: Acceleration of wound healing after tooth extraction is the most important. One of the tissue repair in wound healing is the reepithelialization. Chitosan is a biomaterial that can be used to accelerate reepithelialization in the wound healing process. Purpose: The aim of this study was to prove the differences between application of chitosan gel high molecular weight and low molecular weight to accelerate the reepithelialization in socket healing after tooth extraction. Material and Methods: The experiment was held the post test only control group design used 24 male wistar rats divided into 3 group. K1 group was control group which was extracted without any treatment, K2 group was extracted and applicated by low molecular weight of chitosan gel, K3 group was extracted and applicated by high molecular weight of chitosan gel. After treatments on the 7th day, all groups of rats were euthanized and the epithelial mucosal thickness was measured under light microscope magnificant 100x. All of the data were analyzed by one way ANOVA and LSD test. Result: This study showed the epithelial thickness of the K2 and K3 groups was significantly higher than K1 group, but there were not significantly different between K2 and K3 group. Conclusion: The effectivity of high molecular and low molecular weight chitosan gel to accelerate reepithelialization in socket healing are similar.

Keywords: Chitosan, molecular weight, epithelial thickness, wound healing

Correspondence: Puguh Bayu Prabowo, Department of Materials science and Technology Dentistry, Faculty of Dentistry, Hang Tuah University, Arif Rahman Hakim 150, Surabaya, Phone 031-5945864, 5912191, Email:, Email: HYPERLINK "mailto:pbprabowo@gmail.com"pbprabowo@gmail.com




ABSTRAK

Latar belakang: Percepatan proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi merupakan hal yang paling utama. Salah satu perbaikan jaringan dalam penyembuhan luka adalah terjadinya reepitelisasi. Kitosan merupakan biomaterial yang dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara meningkatkan reepitelisasi. Tujuan: Membuktikan perbedaan pengaruh aplikasi ekstrak kitosan gel berat molekul tinggi dan berat molekul rendah terhadap ketebalan epitel mukosa dalam proses penyembuhan luka pencabutan gigi. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. 24 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 3 kelompok. K1 merupakan kelompok kontrol yang dilakukan pencabutan tetapi tidak diberi aplikasi kitosan gel, K2 merupakan kelompok perlakuan yang dilakukan pencabutan dan aplikasi kitosan gel berat molekul rendah, kelompok K3 dilakukan pencabutan dan aplikasi kitosan gel berat molekul tinggi. Tujuh hari setelah perlakuan, semua kelompok tikus dikorbankan dan diukur ketebalan epitel mukosa secara mikroskopik dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 100x. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way ANOVA dan LSD. Hasil: Studi menunjukkan ketebalan epitel kelompok K2 dan K3 signifikan lebih tinggi dibandingkan K1, tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok K2 dan K3. Simpulan: Kitosan gel berat molekul tinggi dan rendah memiliki efektivitas yang sama dalam meningkatkan reepitelisasi pada penyembuhan luka pencabutan.

Kata kunci: Kitosan, berat molekul, ketebalan epitel, penyembuhan luka pencabutan

Korespondensi: Puguh Bayu Prabowo, Departemen Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hang Tuah, Arief Rahman Hakim 150, Surabaya, Telepon 031-5912191, Email: HYPERLINK "mailto:pbprabowo@gmail.com"pbprabowo@gmail.com



PENDAHULUAN

Pencabutan gigi yang ideal adalah pencabutan sebuah gigi atau akar gigi yang utuh tanpa menimbulkan rasa sakit dengan trauma sekecil mungkin pada jaringan penyangga, sehingga luka bekas pencabutan gigi akan sembuh normal dan tidak menimbulkan komplikasi.1 Pasien sangat peduli dan memperhatikan penampilan atau estetika gigi saat ini, sehingga percepatan proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi merupakan hal utama yang perlu diperhatikan terutama ketika pasien ingin mengganti gigi yang telah dicabut tersebut dengan gigi tiruan.2,3
Proses penyembuhan luka dapat dikelompokkan dalam 4 fase yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi dan fase remodeling. Tahap awal penyembuhan luka yaitu hemostasis ditandai dengan adanya blood clot.4
Fase inflamasi terdiri dari fase awal inflamasi (akut) dan fase inflamasi akhir (kronis). Fase inflamasi akut terjadi sesaat setelah terjadinya luka, ditandai oleh banyaknya eksudasi protein plasma dan sel neutrofil. Fase inflamasi kronis terjadi setelah fase inflamasi akut berakhir yang ditandai oleh sel radang kronis (makrofag, limfosit, dan sel plasma) yang mengalami peningkatan pada hari ke 2-5 dan mengalami penurunan jumlah yang signifikan pada hari ke 7.5 Penurunan jumlah tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah fibroblas, pembuluh darah baru dan kolagen yang disebut sebagai jaringan granulasi. Fase granulasi merupakan fase proliferasi. Pada fase ini terjadi proses epitelisasi dan pembentukan jaringan ikat baru. Fase akhir dari penyembuhan luka adalah fase remodeling.6,7
Epitelisasi merupakan proses pembentukan epitel pada luka. Sel basal yaitu sel keratinosit menunjukkan aktivitas paling aktif dalam siklus epitel mukosa rongga mulut. Epitelisasi dimulai 12 jam pasca trauma dan dimulai dengan mitosis sel keratinosit pada stratum basalis. Keratinosit akan memipih dan membentuk tonjolan-tonjolan disekitarnya. Sel ini akan kehilangan perlekatan hemidesmosom dengan sel basal disekitarnya dan mulai bermigrasi pada 24 jam pasca trauma. Dalam 48 jam, proliferasi sel-sel epitel dimulai.8,9
Growth factor yang berperan dalam proses epitelisasi adalah Epidermal Growth Factor (EGF), Keratinocyte Growth Factor (KGF), dan basic Fibroblast Growth Factor (bFGF). EGF dilepaskan oleh platelet, fibroblas dan sel mast. EGF menstimulasi proliferasi keratinosit dan menstimulasi pelepasan perlekatan hemidesmosom keratinosit. Fibroblas juga mengeluarkan KGF yang berperan dalam stimulasi mitosis sel basal pada epitel stratum basalis dan melindungi keratinosit dari apoptosis.8,9
Kitosan merupakan bahan biomaterial yang telah digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka pencabutan. Kitosan banyak ditemukan pada cangkang Crustaceae sp, yaitu udang, kepiting, lobster, dan hewan bercangkang lainya.10
Kitosan dikenal sebagai bahan yang memiliki biodegradabilitas yang baik, biokompatibel untuk wound-dressing dan bahan perekat jaringan, memiliki aktivitas anti infeksi, dan kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.11 Kitosan memiliki rumus kimia N-acetyl-D-glucosamine yang memiliki struktur polimer sama dengan hyaluronic acid yaitu golongan glycosaminoglycan (GAGs) yang merupakan makromolekul matriks ekstraseluler yang penting untuk penyembuhan luka.12
Beberapa penelitian mengenai kitosan dipengaruhi oleh derajat deasetilasi (DD) dan berat molekul (BM). Kitosan dengan BM rendah memiliki sifat antibakteri yang baik sehingga penyembuhan luka dapat dipercepat karena adanya efek daya hambat kitosan terhadap bakteri.13,14 Kitosan dengan BM tinggi memiliki sifat mukoadhesif yang baik dalam menutup luka sehingga terbentuk blood clot yang kuat dan tidak mudah lepas untuk mencegah terjadinya dry socket pada fase hemostasis.15
Penelitian mengenai kitosan di bidang kedokteran telah berkembang pesat. Penelitian Ueno, dkk (2001) menunjukkan bahwa stimulasi sel makrofag menggunakan kitosan menunjukkan peningkatan Transforming Growth Factor Beta 1 (TGF ²1), Platelets Release Transforming Growth Factor (PDGF) dan Fibroblast Growth Factor 2 (FGF-2).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Masuoka, dkk (2005) kitosan memiliki kemampuan untuk meningkatkan waktu paruh basic Fibroblast Growth Factor (bFGF) dibanding kelompok kontrol dengan cara memberi perlindungan agar tidak terdegradasi oleh panas atau pengaruh dari enzim. FGF-2 berperan penting terhadap perkembangan jaringan granulasi, proliferasi fibroblas, proliferasi sel epitel dan angiogenesis
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi dapat cepat terjadi khususnya dalam proses epitelisasi dengan peranan suatu biomaterial yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Salah satu Biomaterial yang dapat digunakan salah satunya adalah kitosan. Kitosan telah digunakan sebagai produk hemostatic agent yang berguna untuk menghentikan perdarahan, namun bahan tersebut pada dosis ini belum mampu untuk merangsang pembentukan jaringan lunak maupun keras termasuk mempercepat proses epitelisasi. Kitosan memiliki biokompatibilitas yang tinggi dan biodegradabilitas yang baik sehingga sangat potensial untuk diaplikasikan pada proses penyembuhan luka. Salah satu yang dapat mempengaruhi sifat fisiko-kimia kitosan adalah berat molekul (BM). Berat molekul kitosan bergantung pada degradasi yang terjadi selama proses deasetilasi dimana dihasilkan kitosan dengan berat molekul rendah dan tinggi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui pengaruh gel kitosan dengan berat molekul tinggi dan berat molekul rendah terhadap ketebalan epitel mukosa pada proses penyembuhan luka pencabutan gigi.

BAHAN DAN METODE

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian true experimental dengan rancangan penelitian the post test only control group design.
Besar sampel pada penelitian ini adalah 24 ekor tikus yang dibagi dalam 3 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara acak (simple random sampling).
Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu sarung tangan, masker penutup mulut, pinset kedokteran gigi, kaca mulut, tang modifikasi elevator khusus untuk mencabut gigi tikus, needle holder, gunting, disposable syringe 2,5cc, kotak tempat sampel, beaker glass, inkubator, rotary microtome, label, slide, cover glass, petridish, dan mikroskop trinokuler.
Bahan yang digunakan yaitu kitosan Sigma-Aldrich low molecular weight, kitosan Sigma-Aldrich high molecular weight, asam asetat 1%, NaOH 1,25%, alkohol 70%, ketamin hydrochloride, xylazine hydrochloride, eter, buffer formalin 10%, alkohol 80%, alkohol 95%, alkohol 100% (absolut), NaOH 50%, xylene, buffer parafin, asam nitrat 5%, pewarnaan hematoksiklin eosin (HE), makanan standar tikus wistar, minuman tikus wistar (minuman yang diberikan berupa air PDAM biasa secara ad libitum).
Pada hari pertama, 24 tikus di aklimatisasi selama 7 hari dalam kandang ukuran 40cmx30cmx14cm dan ditempatkan dalam ruangan yang cukup udara dan cahaya. Pada hari ke-7, tikus dibagi dan diberi tanda menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok 1, 2, dan 3. Masing-masing kelompok terdiri dari 8 tikus yang diletakkan dalam 1 kandang.12
Setelah semua tikus dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok ke-1 dilakukan pencabutan pada gigi incisive kiri rahang bawah tikus lalu diberikan irigasi larutan saline 1,5ml tanpa pemberian gel kitosan. Pada kelompok ke-2, dilakukan pencabutan pada gigi incisive kiri rahang bawah tikus lalu diberikan irigasi larutan saline 1,5ml kemudian diberi kitosan gel BM rendah 1% sebanyak 0,1ml. Kelompok ke-3 dilakukan pencabutan pada gigi incisive kiri rahang bawah tikus lalu diberikan irigasi larutan saline 1,5ml kemudian diberi kitosan gel BM tinggi 1% sebanyak 0,1ml.
Pada hari ke-8 (7 hari setelah perlakuan) semua kelompok tikus dikorbankan dan di ambil rahang mandibulanya. Setelah itu, dilakukan pembuatan preparat HPA. Kemudian dilakukan pemeriksaan HPA pada soket bekas pencabutan gigi dan dilakukan pengukura ketebalan epitel mukosa Setelah didapatkan data hasil pengukuran, dilakukan tabulasi dan analisis data.14











Gambar 1. Hasil foto HPA epitel permukaan soket (tanda panah)

HASIL

Data yang diperoleh dari hasil penelitian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran distribusi data untuk memperjelas penyajian hasil, kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan statistik analitik dengan taraf signifikansi 95% (p=0,05) dengan menggunakan program SPSS versi 20.

Tabel 1. Rata-rata dan simpangan baku ketebalan epitel mukosa tikus pada setiap kelompok percobaan dengan satuan centimeter (cm)
KelompokRata-rata ± Standar deviasiK1
K2
K30.6319 ± 0.26623
1.1931 ± 0.47590
1.4119 ± 0.59521









Gambar 2. Rata-rata ketebalan epitel mukosa pada masing-masing kelompok

Sebelum dilakukan uji hipotesis, maka setiap kelompok dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro–Wilk, karena pada penelitian ini jumlah sampel 0,05).
Hasil data di atas diketahui memiliki distribusi data yang normal dan memiliki varians yang homogen. Oleh karena itu, uji dilanjutkan dengan menggunakan uji one way ANOVA karena desain penelitian ini menggunakan lebih dari 2 kelompok yang tidak berpasangan dengan skala pengukuran numerik (rasio). Uji one way ANOVA ini digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan pada tiap kelompok baik secara terpisah maupun bersama-sama.
Pada uji one way ANOVA, diperoleh nilai p=0.009 (p&?&a&x&ž&³&´&µ&ì&í&'Z(q((¤()))íÜíÈí¸íÜíÈí¤ÜíÈíܕ†¸íÈíÈísí¸ÈíÈíÈí¸fhD:ï5CJOJQJaJ$h›_ah:NVCJOJQJaJmHsHhÆ4h:NVCJOJQJaJh›_ah:NVCJOJQJaJ'hÆ4h:NVCJH*OJQJaJmHsHh:NVCJOJQJaJmHsH'hÆ4h:NV6CJOJQJaJmHsH!h:NVCJH*OJQJaJmHsH$hÆ4h:NVCJOJQJaJmHsH$ %µ&))))*)¨)ƒ*•+.I/¼0Š4m67íÛ;¬¬¬¬¬›¬¬†›$„„7dð¤^„`„7a$gd:NV$„7dð¤`„7a$gd:NV$„7dð¤`„7a$gd:NVm$$dð¤È¤a$gd:NV$dð¤a$gd:NVm$$„Ðdð¤`„Ða$gd:NVm$$„Ådð¤`„Åa$gd:NVm$)))*)N)_)|)£)¤)¥)¦)§)©)Å)Ð)á)*B*C*j*p*€**‚*ƒ*²*É*Ñ*é*++&+*+7+A+M+P+R+f+t++”+•+›+ïãÔÄÔÄÔ´§ÔãÔãÔãÔãÔÄÔ´§˜ÔÄÔÄÔÄÔÄÔÄÔÄÔÄÔÄԉyh:NVCJOJQJaJmHsHh¶Åh:NVCJOJQJaJh›_ah:NVCJOJQJaJh:NVCJH*OJQJaJhÆ4h:NVCJH*OJQJaJhÆ4h:NV6CJOJQJaJhÆ4h:NVCJOJQJaJh:NVCJOJQJaJhÆ4h:NV5CJOJQJaJ*›+œ+³+ä+å+3,J,¤,«,ò,÷,s-ƒ-Å-Ü-î-ñ-..v.z.}.~..‰.Ÿ.Á.Ä.ü./////9/D/G/H/I/J/íÙíÉíÙíµíµíÙíÙí¤íÙíÙíɤ•…•…•…y•íÉíÙíÉfÉ$hÈ.êh:NVCJOJQJaJmHsHh:NVCJOJQJaJh
¢h:NV6CJOJQJaJh
¢h:NVCJOJQJaJ!h:NVCJH*OJQJaJmHsH'h ¿h:NV6CJOJQJaJmHsHh:NVCJOJQJaJmHsH'h
¢h:NV6CJOJQJaJmHsH$h
¢h:NVCJOJQJaJmHsH'J/T/Z/}/Š/–/²/¿/Å/Ì/Ï/ 0!0=0H0O0U0g0†0‰0Ó0Ý0:1D1¹1Ã182B2·2Á23"3'373‹3ž3´3È3Ó3Ö3Ü3ñ3(4)4*43444A44‰4Š4š4Ñ4Þ4õ4ü4íÝíÉíÝíÝíÉíÉíÉÝíÝíÉíÝíÉíÉíÉíÉíÉíÝíÝíÝíÉíÉíݸÉíÝíÉíÝ©™©h:NVCJOJQJaJhÆ4h:NV6CJOJQJaJhÆ4h:NVCJOJQJaJ!h:NV6CJOJQJaJmHsH'hÆ4h:NV6CJOJQJaJmHsHh:NVCJOJQJaJmHsH$hÆ4h:NVCJOJQJaJmHsH7ü45!5T6k6m6À6Ø6747;7F7b7c7h7k7†7‰7Š77Ž7”7Í7ä7
8888ñáñáñκκªÎºÎºÎª–Î…rbñáñVñFhðw†h:NV5CJOJQJaJh:NVCJOJQJaJhÆ4h:NV5CJOJQJaJ$hÈ.êh:NVCJOJQJaJmHsH!h:NVCJH*OJQJaJmHsH'h˘h:NV6CJOJQJaJmHsHh:NVCJOJQJaJmHsH'hÆ4h:NV6CJOJQJaJmHsH$hÆ4h:NVCJOJQJaJmHsHhÆ4h:NV6CJOJQJaJhÆ4h:NVCJOJQJaJ7Ž7”78878@8C8J8Y8òãÒÒı±±±$dð¤$Ifa$gdž8æm$$dð¤a$gd:NVm$$„7dð¤`„7a$gd:NV$dð¤È¤a$gd:NV $dð¤a$gd:NV 878J8Y8Z8i8j8}8~8Ž88Ÿ8 8­8®8¾8¿8Ñ8Ù8Ú8Û8Ü8æ8ç8ð89š9¢9¦9Ê9Ë9Î9Ø9à9ä9ñáÏÄñÄñÄñÄñÄñÄñĸñĬž¬áñ‚r¬e¬‚Xh:NV6CJOJQJaJh:NVCJH*OJQJaJhÆ4h:NV6CJOJQJaJhƒ]Ñ6CJOJQJaJhÆ4h:NVCJOJQJaJjh:NVUmHnHuh:NVCJOJQJaJh:NVCJOJQJaJhðw†h:NVCJaJ"hðw†h:NV56CJOJQJaJhðw†h:NV5CJOJQJaJhðw†h:NVCJOJQJaJ"Y8Z8`8b8d8i8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kdì
$$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/o A 0 Ô 
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æi8j8p8r8x8}8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kdÖ $$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æ}8~8‚8„8‰8Ž8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kd² $$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æŽ88“8•8š8Ÿ8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kd€
$$If–lÖ”)Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æŸ8 8¤8¦8¨8­8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kdN$$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æ­8®8²8´8¹8¾8F3333$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kd$$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æ¾8¿8Ø8Ù8F3#dð¤$Ifgdž8æm$$dð¤$Ifa$gdž8æm$¸kdê$$If–lÖ”Ö\”ÿDe
/oA0Ô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿÖÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ(ÿÿÿÿÿÿÿÿytž8æÙ8Ú8Û8Ý8Þ8ß8à8á8â8ã8ä8å8æ8tiiiiiiiiiii dð¤gd:NVm$‹kd¸$$If–lÖ”Ö0”ÿD/°  
t Ö0ÿÿÿÿö6ööÖÿÿÖÿÿÖÿÿÖÿÿ4Ö4Ö
laöpÖÿÿÿÿytž8æ æ8ç899Î9”:Ö;ì>í>ø>ù>êBßDJÀKôæÙÈȶ¶¶§¶¶”¶¶&$„7¤¤[$`„7a$gd:NVm$$dð¤È¤a$gd:NV$„7dð¤`„7a$gd:NVm$$„7dð¤`„7a$gd:NV $dð¤a$gd:NV$dð¤a$gd:NVm$ dð¤gd:NVm$ä9:%:“:”:ª:;;‹;Œ;¢;¹;Æ;Õ;à;í;ph?hAhBhUhVhqhrhshŠh‹hh™hšh°h±h²hËhàháhâhãhïhi i!i.iïâïâÑâÑïâïÁ®ž‘ž„‘ž‘žxix]x]N]x]h™*uh}:×CJOJQJaJh}:×CJOJQJaJhQehj[CJOJQJaJhj[CJOJQJaJh}:×5CJOJQJaJhj[5CJOJQJaJh™*uh}:×5CJOJQJaJ$h”—h}:×CJOJQJaJmH!sH!h ˜h}:×6CJOJQJaJ!h}:×6CJOJQJaJmH!sH!h}:×6CJOJQJaJhÂKh}:×6CJOJQJaJ.i\i]i^i_igihiiiui€iƒjŠjŒj¸j¿jÇj÷j kkAkIkVkXk€kñÞ˼ª—n_M=nM_M_M_Mn=nMh}:×56CJOJQJ]aJ"h™*uh}:×6CJOJQJ]aJh}:×6CJOJQJ]aJ%h™*uh}:×56CJOJQJ]aJ*hŸèh}:×56CJOJQJaJmH!sH!$h}:×56CJOJQJaJmH!sH!"h™*uh}:×56CJOJQJaJh”—h}:×CJOJQJaJ$h”—h}:×CJOJQJaJmH!sH!$h™*uh}:×CJOJQJaJmH!sH!h™*uh}:×CJOJQJaJ^i_ihiiiùnúnNoiojopp p
ppp²u³u vvvòèèÛÛÛÊÛ¼¼¼¼ÛÛÛÛÛ«Û$„Ðdð¤`„Ða$gd}:×$dð¤a$gd}:×m$$„Ðdð¤^„Ða$gd}:× $dð¤a$gd}:× dð¤gd}:× $dð¤a$gd}:×€kŸk¤k¦k²k³k¾kÀk
l-l?l@lDlHlPlpl~ll±l²lm'mTm^mlmsmtmym~mm‰mŠm‘m“m”m¦m´mµmÎmÝmÞmâmämåmímþmÿmnnnñßñßñßñßñßñßñßñßñßñßñßñßÌ»©šŠ©Š}©Š©šŠ}©Š©Š©Š©Š©Š©h}:×6CJOJQJaJh™*uh}:×6CJOJQJaJh}:×0J6CJOJQJaJ#h™*uh}:×0J6CJOJQJaJ h™*uh}:×0JCJOJQJaJ%h™*uh}:×56CJOJQJ]aJ"h™*uh}:×6CJOJQJ]aJh}:×6CJOJQJ]aJ1nn$n%n&n(n-n0nDnEnFnHnInPnUnVnfngnknlnxnynznn‚nŽnŸn n§n¨n¯n°n³n´n¾n¿nÅnÆnÉnÓnÔnßnànánånæn÷nønùnïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝïÝÊÝïÝïÝïÝïÝï»ï®ÝïÝï»ÝïݟŒ$h™*uh}:×CJOJQJaJmH!sH!h™*uh}:×CJOJQJaJh}:×6CJOJQJaJh}:×0J6CJOJQJaJ%h™*uh}:×56CJOJQJ]aJ#h™*uh}:×0J6CJOJQJaJh™*uh}:×6CJOJQJaJ0ùnúno ooo!o6o?oMoQohojoyoˆo¤oÕoÖoùoúopppp p
pëØÆ·Æ·Æ·Æ·Æ¡rr^rFr^.jhbh}:×56CJUaJmHnHu'h™*uh}:×6CJOJQJaJmH!sH!h}:×6CJOJQJaJh™*uh}:×6CJOJQJaJ"h™*uh}:×56CJOJQJaJ*h™*uh}:×6CJOJQJ]aJmH!sH!h}:×6CJOJQJ]aJ"h™*uh}:×6CJOJQJ]aJ%h™*uh}:×56CJOJQJ]aJ'h}:×56CJOJQJ]aJmH!sH!
p pppp$p-pfqnqÄqÈqËqÎqÑqÒqÓqÔqØqÙqÚqÜqr%r_rrÈrærñÞÇ´¢•…¢s…_…_…_N…_…_…¢…•…s!h}:×6CJOJQJaJmHsH'hœSh}:×6CJOJQJaJmHsH"hœSh}:×6CJOJQJ]aJhœSh}:×6CJOJQJaJh}:×6CJOJQJaJ"hœSh}:×56CJOJQJaJ$h}:×56CJOJQJaJmH!sH!-hœSh}:×56CJOJQJ]aJmH!sH!%hœSh}:×56CJOJQJ]aJh}:×5CJOJQJ]aJærsæsïs5t;t@tEtot…t‡tt0u9uzušu±u³u¾u¿uÀuÓuÔuôuõu
vvvvv-vmvov„v…v†vñßñßÌßñßñßñßÌßñ߶̦Ìßñßñßñ߶ߗ‡zk_‡h}:×CJOJQJaJh™*uh}:×CJOJQJaJh}:×6CJOJQJaJhœSh}:×6CJOJQJaJh}:×56CJOJQJaJh}:×56CJOJQJ]aJ*hœSh}:×6CJOJQJ]aJmH!sH!%hœSh}:×56CJOJQJ]aJ"hœSh}:×6CJOJQJ]aJh}:×6CJOJQJ]aJ#†v‰vŠvŒv©vªv¯v°v»v½v¾v¿vÁvÌvÍvÎvewfwgwïâïâïâÎïâ´¦™‰ubS?/h”—h}:×CJH*OJQJaJ'h”—h}:×CJH*OJQJaJmH!sH!h”—h}:×CJOJQJaJ$h”—h}:×CJOJQJaJmH!sH!'h”—h}:×5CJOJQJaJmH!sH!h”—h}:×5CJOJQJaJhÓ5«5CJOJQJaJhŸèh}:×5CJOJQJ2jhbh}:×56CJOJQJUmHnHu'h™*uh}:×6CJOJQJaJmH!sH!h}:×6CJOJQJaJh™*uh}:×6CJOJQJaJv¼v½v¿vÀvÁvÍvÎv½y«~›€œ€­€®€ƒ…ą`‡·‰¸‰ñññçççÖÖÖÖËç¹¹§§§§Ë$„7dð¤`„7a$gd}:×m$$„7dð¤`„7a$gd}:×m$
$dða$gd}:×$„7dð¤`„7a$gd}:× dð¤gd}:×$dð¤a$gd}:×m$gwáwâwcxdxyy¹y»y½yózôzùAùDùGùJùPùWù^ùeùlùsùzùùˆùù–ùù¤ù«ù²ù¹ùññññññññññññññññññññññññññññdð¤$IfgdqJi¹ùÀùÇùÎùÕùÜùãùêùñùøùÿùú úúúññññññññññññññdð¤$IfgdqJiúú.ú/úH4$„7dð¤0¤0XDYD`„7a$gdÆ8Fm$$dð¤0¤0XDYDa$gdÆ8Fm$·kdØ«$$If–lÖ  ”2
ÖrÅÝ8 RÅSÅ[
t Ö0ÿ ÿÿ ÿÿÿöRööÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laölytqJiAúBúQú”û¢û[üeüfügühüqü“üÆüËüÌüÍüÏüýýOýaýbýˆýŸý ýµý¹ý½ýÔýÜýáýýý#þ'þ+þ9þEþ‡þ‰þ×þÛþÞþûþÿ ÿ#ÿ,ÿFÿKÿŠÿšÿ¨ÿºÿâÿãÿìÿøÿüÿýÿëÜÉÜɹÉÜÉÜÉÜ©ÉÜÉÜ©Üë©ÜÉÜÉ©ÜÉÜÉÜÉ©ÜÉÜɕɩÜÉÜ©ÜÉÜ©ÜÉÜëÉë•É©ë'hG`hÆ8FCJH*OJQJaJmH!sH!hG`hÆ8F6CJOJQJaJhG`hÆ8F5CJOJQJaJ$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!hG`hÆ8FCJOJQJaJ'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!:/úZü[üfügü ýgÃ:øF
L
´T™°±ºçÓÄÓçççççççççç篟$dð¤È¤a$gdÆ8Fm$$„„Ådð¤^„`„Åa$gdÆ8F$dð¤È¤a$gdÆ8F$dð¤0¤0XDYDa$gdÆ8Fm$$„7dð¤0¤0XDYD`„7a$gdÆ8Fm$ýÿdfg~‘ÎÛIV@BLZs}ÀÂÃ689:@B_t§¼ÑÓÔé []õ÷øB S g x C
D
F
z


¿


   A V W Î íÙÊí¶í¶í¶íÙí¶í¶íÙÊíÙíÊíÙí¶í¶íÙí¶í¶íÙíÙÊí¶í¶í٦ʶʖʖ¶í¶Ê–¶íhG`hÆ8F6CJOJQJaJhG`hÆ8FCJH*OJQJaJ'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!hG`hÆ8FCJOJQJaJ'hG`hÆ8FCJH*OJQJaJmH!sH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!;Î ã ä æ ç      E W X u ‹ ¸ ÿ 
&
8
L
z






 &,028ABGKQd‚ƒ‹±ïàÌà¹à¹à¹¢ïŽ¹Ž¹àïàŽà¹àŽà¹à¹à¹à¹à¹à¹à¹à¹à¹à¹{¹{Ž{$hG`hÆ8FCJOJQJaJmHsH'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!-hG`hÆ8FB*CJOJQJaJmH!phsH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!'hG`hÆ8FCJH*OJQJaJmH!sH!hG`hÆ8FCJOJQJaJhG`hÆ8F6CJOJQJaJ0±´·¿ÄÅÇì9;DUVZ[jŸ£ÁÇàèé16P^eföû"(/4x|ž±³´¾ÁÂâã/A»ÝöÿíÞíÞíÞË·ËíËíËíË·ËíËíËíËíËí·í·í·í£í·í·í·í·£Þí·ÞíÞí·íŠÞí0hG`hÆ8FCJOJPJQJaJmH!nH!sH!tH!'hG`hÆ8FCJH*OJQJaJmH!sH!'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmHsHhG`hÆ8FCJOJQJaJ$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!6ÿ,>PRTUÁÃòö÷/7IKO»¶·¹º»ñÞñÊñÞñÞ·£·ÊÞ·ŠpŠpŠñÞñÞ£ÞS9hG`hÆ8FB*CJOJPJQJaJmH!nH!phsH!tH!3hG`hÆ8F6CJOJPJQJaJmH!nH!sH!tH!0hG`hÆ8FCJOJPJQJaJmHnH!sHtH!'hG`hÆ8FCJH*OJQJaJmH!sH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmHsH'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!hG`hÆ8FCJOJQJaJ»ÌÞ÷úû 2Hl˜™¥ª¹»Ûãönv‰¯°±âÈâ«â«â«Œ«â}â«â«â«Èd«Èd}O(hG`hÆ8FCJOJPJQJaJmHsH0hG`hÆ8FCJOJPJQJaJmH!nH!sH!tH!hG`hÆ8FCJOJQJaJTUaivxŠŒŽ5NP_`Z[äå,-ïàͺͺ¦ºÍºÍº¦ÍàºÍº¦ºÍà¦àÍq„^„^%jh¹.­hÆ8FCJOJQJUaJ%h¹.­hÆ8FB*CJOJQJaJphh¹.­hÆ8FCJOJQJaJ$hDSËhÆ8FCJOJQJaJmH!sH!'hG`hÆ8F6CJOJQJaJmH!sH!$hG`hÆ8FCJOJQJaJmHsH$hG`hÆ8FCJOJQJaJmH!sH!hG`hÆ8FCJOJQJaJhG`hÆ8F5CJOJQJaJ!º»OP_`[jÚ¼‘§Š îîÝÎÁ¥‡‡‡‡‡‡‡‡‡$
& F
ÆS„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gd¹.­$
& F
Æ„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gd¹.­ $dð¤a$gdÆ8F$dð¤È¤a$gdÆ8F$„Ðdð¤`„Ða$gdÆ8F$„7dð¤`„7a$gdÆ8F-hiijÙÚCX»¼‘ñónƒ¦§¿Ô‰ Š ° Å *!+!„!”!½!¾!Y"Z"¢"µ"¶"ê×ĵĵ¥µÄµÄµ•µÄµÄµ¥µÄµ•µÄµ•µÄµ•µÄµ•µÄ„lµ•µ/h¹.­hÆ8F0J 6B*CJOJQJ]aJph h¹.­hÆ8F0J CJOJQJaJh¹.­hÆ8F6CJOJQJaJh¹.­hÆ8FCJH*OJQJaJh¹.­hÆ8FCJOJQJaJ%h¹.­hÆ8FB*CJOJQJaJph%jh¹.­hÆ8FCJOJQJUaJ)h¹.­hÆ8F0JB*CJOJQJaJph*Š +!¾!Z"h#$k$Ã$j%û%À&n'(ß(e) *•*î*Ý+Ì,›-D.Ö.ááááááááááááááááááááÃÃ$
& F
ÆS„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gdD:ï$
& F
ÆS„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gd¹.­¶"¼"¾"Ã"Ï"ä"g#h#Œ#¡#$$j$k$š$œ$Ÿ$Â$Ã$O%P%i%j%ú%û%¿&À&ø&
'')'m'n'¤'¶'Á'Ù'((e(t(Þ(ß(d)e)ïàïàïàÍàïàÍàÍ໪àÍàŒpÍàÍàÍàïàïàÍàïàïàÍàïàÍàÍ6h¹.­hÆ8FB*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ:h¹.­hÆ8F0J*B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ h¹.­hÆ8F0J CJOJQJaJ#h¹.­hÆ8F0J CJH*OJQJaJ%h¹.­hÆ8FB*CJOJQJaJphh¹.­hÆ8FCJOJQJaJh¹.­hÆ8F6CJOJQJaJ,e)™)¯) * *”*•*í*î*Ü+Ý+Ë,Ì,š-›-Ð-Ò-Ü-Þ-þ-..C.D.ñáñÎñÎñÎñν¥ñÎñ•‚p•‚^•K%hD:ïhD:ïB*CJOJQJaJph"h¹.­hÆ8FCJOJQJ\]aJ"h¹.­hÆ8F6CJOJQJ\aJ%h¹.­hÆ8F6CJOJQJ\]aJh¹.­hÆ8FCJOJQJ\aJ/h¹.­hÆ8F0J 6B*CJOJQJ]aJph h¹.­hÆ8F0J CJOJQJaJ%h¹.­hÆ8FB*CJOJQJaJphh¹.­hÆ8F6CJOJQJaJh¹.­hÆ8FCJOJQJaJD.E.Õ.Ö. // /(/r/s/¿/Ö/00§0¨0ËÆËaÌbÌããããããããããããããããããÇǶ$„rÿdð¤^„rÿa$gd MÂ$
& F„+„7„Éýdð¤]„+^„7`„Éýa$gd¹.­$
& F„+„7„Éýdð¤]„+^„7`„Éýa$gdÆ8F¶¯°°>°@° °¡°¢°¤°±±±±h±i±r±t±Ô±Õ±Ö±×±رÙ±9²:²M²N²O²P²°²±²²²³²´²®³¯³k´l´Ò´Ó´µµ|µ}µ~µ€µæµçµñµòµöµüµýµ ¶,¶.¶0¶A¶B¶üôáôüôáôüôáôüôáôüôÒôÒôüôáôáôüôÒôÃÒÃÒôüôáôüôÒôüôáôáÒÃÒ³Ò£ÒÃh¥FhÆ8FCJH*OJQJaJh¥FhÆ8F6CJOJQJaJh¥FhÆ8FCJOJQJaJh¥FhÆ8FCJOJQJaJ%h¥FhÆ8F>*CJOJQJaJwhjhÆ8FUhÆ8F:B¶C¶·Z·a·b· ¸
¸¹¸º¸ò¸ô¸ ¹£¹OºPºXºZº»»»
»¶»·»¾»À»l¼m¼n¼p¼½½!½#½ϽнѽÓ½¾€¾‡¾‰¾5¿6¿7¿9¿å¿æ¿î¿ð¿œÀÀžÀ ÀLÁMÁZÁ\Á Â
 ¸¹¾ÂÀÂlÃoÃÄëÜÉܺܲ®²É²®²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²É²®²®hÆ8FjhÆ8FUh¥FhÆ8FCJOJQJaJ%h¥FhÆ8F>*CJOJQJaJwhh¥FhÆ8FCJOJQJaJ(jhbhÆ8FOJQJUmHnHuDÄÄ@ÄAÄBÄCÄïÄðÄñÄòÄóÄjÅkŌŎÅ`ÇÈÇÉÇFÈGÈHÈIȁʂÊÅËÆË`ÌaÌdÌeÌ÷ä÷ä÷à÷Ñ÷ÂÑÂѲÑä÷à÷Ñ÷Ѧїˆyl\hx—hPwB5CJ#OJQJaJ#h¹.­5CJ#OJQJaJ#h¹.­h}:×CJOJQJaJh¹.­hÆ8FCJOJQJaJh¹.­h¹.­CJOJQJaJhÆ8FCJOJQJaJh¥FhÆ8F6CJOJQJaJh¥FhÆ8FCJOJQJaJh¥FhÆ8FCJOJQJaJhÆ8F%h¥FhÆ8F>*CJOJQJaJwhjhÆ8FUbÌcÌdÌeÌgÌh̴̵Ì
Í ÍÍbÍcÍdÍmÍnÍjÓ£Ó¤ÓqÔrÔîîááÔÔÔÔÃÃÃÃù¬¬¬¬¬¬ $dð¤a$gdPwB dð¤gdPwB$„Ðdð¤`„Ða$gdPwB $dð¤a$gdPwB $dð¤a$gdPwB$„rÿdð¤^„rÿa$gd MÂeÌfÌh̴̵̶̳ÌÍ Í
Í ÍÍbÍdÍyÍ{ÍîÍëÛÎÛÀ®Ÿ®qbÀPC3hx—hPwB6CJOJQJaJhPwB6CJOJQJaJ"hx—hPwB56CJOJQJaJhx—hPwBCJOJQJaJhx—hPwB5CJOJQJaJhx—hPwB5OJQJ#hx—hPwB0J6CJOJQJaJhPwB56CJOJQJaJ"hx—hPwB56CJOJQJaJhx—hPwB56OJQJhPwB5CJ#OJQJaJ#hx—hPwB5CJ#OJQJaJ#(jhbhPwBOJQJUmHnHuîÍÎÎ Î
ÎÎÎÎÎ!Î#Î*Î+Î/Î0Î8Î9ÎCÎDÎVÎXÎaÎcÎlÎnÎwÎyÎ|Î}Ά·Ί΋ΎΏΒΓΚΛΟΠΪΫΰαζημνÎÃÎÄÎÔÎÕÎãÎäÎæÎçÎòÎóÎøÎùÎÏPÏoυϛϰÏÐÏáÏíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝíÝËݾÝËݾÝhPwB6CJOJQJaJ"hx—hPwB56CJOJQJaJhx—hPwB6CJOJQJaJ#hx—hPwB0J6CJOJQJaJDáÏìÏmÑzÑðÑøÑÒBÒEÒéÒêÒõÒ)ÓHÓkÓtÓ¤Ó´ÓrÔsÔtÔ|Ô}ÔëÛÎÛ¼Û¡‰¡Û¼ÛÎÛ¼Û¼ÛteO¼*hx—hPwB56CJOJQJaJmH!sH!hx—hPwBCJOJQJaJ(jhbhPwBOJQJUmHnHu.hPwB0J6CJOJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4hx—hPwB0J6CJOJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ"hx—hPwB56CJOJQJaJhPwB6CJOJQJaJhx—hPwB6CJOJQJaJ'hx—hPwB6CJOJQJaJmH sH rÔtÔ}Ô°Ú±ÚêÚëÚ³Û´Û¶Û·Û¸ÛÄÛÅÛ™Þèá3ãúãûã äòèòòòòòòòòòòò××Â×ò³$dð¤È¤a$gdPwB$„dð¤7$8$H$`„a$gdPwB$„7dð¤`„7a$gdPwB dð¤gdPwB $dð¤a$gdPwB}Ô~ԍԎԞԽÔÖÔAÕWÕ Ö&Ö'Ö³ÖµÖ¸Ö¹Ö¿ÖÀÖÁÖÒÖãÖóÖþÖ××#×,×4×7×8×@×y××½×Ï×7Ø@ØiØx؅؆ØÅØÉØÍØØØÙ
Ù0Ù9ÙJÙNÙsÙwÙ‰Ù”ÙéÙõÙÚÚ"Ú#Ú°ÚëÕëÅëÅëÅë³Õë¦Å¦ÅëÅÕëÅëÅëÅë¦Å¦ÅëÅëÅëÅëÅë¦ëÅëÅëÕëÅëÅëÅëÅëÅë³ÕëÅhPwB6CJOJQJaJ"hx—hPwB56CJOJQJaJhx—hPwB6CJOJQJaJ*hx—hPwB56CJOJQJaJmH!sH!'hx—hPwB6CJOJQJaJmH!sH!=°Ú±Ú¼Ú½Ú¾ÚÈÚÎÚÛÚÜÚéÚêÚúÚyÛzÛ–Û²Û´ÛµÛ·Û¸ÛÄÛlÜoÜñÛǺǪǺǪ˜ªÇª†ªobWIb;h@2‚hPwBCJH*OJQJh@2‚hPwB5CJOJQJhPwB5CJOJQJh@2‚hPwBCJOJQJ,jh@2‚hPwBCJOJQJUmHnHu"h÷} hPwB6>*CJOJQJaJ"hx—hPwB56CJOJQJaJhx—hPwB6CJOJQJaJhPwB6CJOJQJaJ'hx—hPwB6CJOJQJaJmH!sH!*hx—hPwB56CJOJQJaJmH!sH!hx—hPwBCJOJQJaJoܵݶݖޗޙޣÞkßnßwßÜßçßïßðß0à8à9à:àNàXà\à]àwàxà§à¨àóåóåóѾ®œ‹ózózózåólólól[J h@2‚hPwBCJOJQJmHsH h@2‚hPwBCJOJQJmHsHh@2‚hPwB6CJOJQJ h@2‚hPwBCJOJQJmH!sH! h@2‚hPwBCJOJQJmHsH#h@2‚hPwB6CJOJQJmHsHhPwB0JCJOJQJmHsH$h@2‚hPwB0JCJOJQJmHsH'h@2‚hPwB0J6CJOJQJmHsHh@2‚hPwBCJH*OJQJh@2‚hPwBCJOJQJ¨à±àÀàÏàÛàðàùàMáRáæáçáèáüá|â ãã3ãJãXãƒã„ãÏãíÜɵɵɵɡŽ~o\H\o~o8oh†ohPwBCJH*OJQJaJ'h†ohPwB6CJOJQJaJmH sH $h†ohPwBCJOJQJaJmH sH h†ohPwBCJOJQJaJh†ohPwB6CJOJQJaJ$h†ohPwBCJOJQJaJmHsH'h†ohPwBCJH*OJQJaJmHsH'h†ohPwB6CJOJQJaJmHsH$h†ohPwBCJOJQJaJmHsH h@2‚hPwBCJOJQJmHsH#hèThPwB6CJOJQJmHsHÏãÔãúãûã ädåmåÉåÒåtèhêrê®ê¸êGëHë#í$íÝîáðâðïà͹¦’¦’¦Í’Í~ÍjÍVÍàFh†ohPwBCJH*OJQJaJ'h†ohPwBCJH*OJQJaJmHsH'h†ohPwBCJH*OJQJaJmHsH'h†ohPwB6CJOJQJaJmHsH'h†ohPwB6CJOJQJaJmHsH$h†ohPwBCJOJQJaJmH sH 'h†ohPwB5CJOJQJaJmHsH$h†ohPwBCJOJQJaJmHsHh†ohPwBCJOJQJaJh†ohPwB6CJOJQJaJ ä
ä(ætèIë¢ìlîãðäðêðëðÑòÒòÔòÕòÖòîÝÝÇî¤º’’„„„$dð¤a$gdPwBm$$„7dð¤`„7a$gdPwBm$ dð¤È¤gdPwB dð¤gdPwB $dð¤a$gdPwB$„„Ådð¤^„`„Åa$gdPwBm$$„7dð¤`„7a$gdPwB$„Ådð¤`„Åa$gdPwBâðãðäðêðñ$ñ-ñxñ›ñ½ñÆñõñò8òBòÐòÑòÒòÓòÔòÕòÞòèò\óÝóïäÖô¤´˜´¤´˜´¤´˜ÃŠyÃiUBÃ$hü1hPwBCJOJQJaJmH sH 'hü1hPwB5CJOJQJaJmH sH hPwBCJOJQJaJmH sH !hPwBCJOJQJaJmHnHujhPwBUmHnHuhPwBCJOJQJaJhD
]hPwB6CJOJQJaJhD
]hPwBCJOJQJaJ$hD
]hPwBCJOJQJaJmH sH h@2‚hPwB5CJOJQJhPwB5CJOJQJh†ohPwB5CJOJQJaJÖò×òØòÙòÚòÛòÜòÝòÞò\ó^óˆô‰ô”ô•ôŸöŠ÷¾ù¿ùññññññññããÑѺ©©©©œ $dð¤a$gdPwB$„7dð¤`„7a$gdPwB$„ü„ûdð¤È¤^„ü`„ûa$gdPwB$„Sdð¤`„Sa$gdPwBm$$dð¤a$gdPwBm$$dð¤a$gdPwBm$Ýóæóôôˆô‰ô“ô”ô•ôõôþôKõhõjõlõŽõ—õÆõåõèõïõöö0ö9öö–öžöŸöÖößöøö÷ ÷#÷,÷‰÷Š÷“÷œ÷÷ ÷ª÷«÷øø&ø0øäøù!ù"ù&ù6ùëØëØijħ˜ˆ˜§˜§˜ˆ˜§˜§˜ˆ˜ˆ˜§˜§˜ˆ˜ˆ§˜ˆ˜§˜ˆ§˜ˆ§˜ˆ˜ˆ˜§ˆ§˜ˆhD
]hPwB6CJOJQJaJhD
]hPwBCJOJQJaJhPwBCJOJQJaJ!hPwB5CJOJQJaJmH sH 'hD
]hPwB5CJOJQJaJmH sH $hD
]hPwBCJOJQJaJmH sH 'hD
]hPwB6CJOJQJaJmH sH 56ù9ù:ùHùSù»ù½ù¾ù¿ùÈùØùáù ú)úWúYú^úfúgúhúzúïâÓÃÓïÓ²§§‚tbTDhx—hPwBCJOJQJ\aJhü1hPwB5CJOJQJ#h@2‚hPwB5CJOJQJmH!sH!h@2‚hPwB5CJOJQJhD
]hPwB5CJOJQJhD
]hPwBCJOJQJhPwBCJOJQJhPwB5CJOJQJ h@2‚hPwBCJOJQJmH!sH!hD
]hPwB6CJOJQJaJhD
]hPwBCJOJQJaJhPwB6CJOJQJaJhD
]hPwBCJH*OJQJaJ¿ùÈùVúWúgúhúûûû†üÿüjýÿ823467ðÝÝÐ涶¶¶¶¶¶©©©Ÿ dð¤gdŸdð $dð¤a$gdŸdð$
& F„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gdPwBm$ $dð¤a$gdPwB$„7dð¤È¤`„7a$gdPwB$dð¤È¤a$gdPwBzúûûÆûèûêûìûúûûû=ü?ü…ü†ü’ü™üÆüþüÿüýiýjýþþŽÿÿëÛʸʦʔ‚o‚Û_P_Pۂ_Û_?_Û hx—hPwBCJOJPJQJaJhx—hPwBCJOJQJaJhx—hPwBCJOJQJ\aJ%hx—hPwBCJH*OJQJ\]aJ"hx—hPwBCJOJQJ\]aJ#hx—hPwB0JA5CJOJQJaJ#hx—hPwB0JACJOJQJ\aJ#hx—hPwB0JACJOJQJ]aJ hx—hPwB0JACJOJQJaJhx—hPwB5CJOJQJaJ(hx—hPwBB*CJOJQJ\aJph# ÿ78g‘’»¼éêøú123457CZefirñáñÑñÑñÑñÑñÑñá¿­œ­ƒnXCnƒ(hÂohj[5B*CJ"OJQJaJ"ph+hÂohŸdð56B*CJ"OJQJaJ"ph(hÂohŸdð5B*CJ"OJQJaJ"ph0hÂohŸdð5B*CJ"OJQJaJ"mH!phsH! jhbhŸdðUmHnHu"hŸdð5B*CJ#OJQJaJ#ph"hPwB5B*CJ#OJQJaJ#phhx—hPwBCJOJQJ]aJhx—hPwB5CJOJQJaJhx—hPwBCJOJQJaJr‰Š’“¨©¶ÍÎÏÞå϶¡ˆsˆs]J5(hÂohŸdð6B*CJOJQJaJph$hØkhŸdð5B*CJOJQJph+hØkhŸdð56B*CJ#OJQJaJ#ph(hÂohŸdð5B*CJ"OJQJaJ"ph0hÂohŸdð5B*CJ"OJQJaJ"mH!phsH!(hÂohÂo5B*CJ"OJQJaJ"ph0hÂohj[5B*CJ"OJQJaJ"mH!phsH!+hÂohŸdð56B*CJ"OJQJaJ"ph3hÂohŸdð56B*CJ"OJQJaJ"mH!phsH! 7¶ÎÏ‚ƒ¾í'bcdmn¯


òòòåØØÆØØؼ¨‘‘‘‘$dð¤-DMÆ
ÿÿÿÿa$gdŸdðm$dð¤-DMÆ
ÿÿÿÿgdŸdðm$ dð¤gdŸdð$„Ddð¤]„Da$gdj[m$ $dð¤a$gdŸdð $dð¤a$gdÂo $dð¤a$gdj[Þï =>?@HIMUVbde€çÒ½ ƒbƒD* b bƒb 3hÂo6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ;hÂo6B*CJOJQJaJfHmH!phqÊ
ÿÿÿÿsH!AhÂohŸdð6B*CJOJQJaJfHmH!phqÊ
ÿÿÿÿsH!9hÂohÂo6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ9hÂohŸdð6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ(hÂohÂo6B*CJOJQJaJph(hÂohŸdð6B*CJOJQJaJph0hÂohŸdð6B*CJOJQJaJmH!phsH!€‚ƒ‘¤¥¨º»¼½¾×ìíîë릔¦”¦{¦{”fZKZ;hj[B*CJOJQJaJphhQehj[CJOJQJaJhj[CJOJQJaJ(hj[hŸdð5B*CJOJQJaJph0hØkhŸdð5B*CJOJQJaJmH!phsH!"hj[5B*CJOJQJaJph(hØkhŸdð5B*CJOJQJaJph%hØkhŸdðB*CJOJQJaJph9hÂohŸdð6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ(hÂohŸdð6B*CJOJQJaJphîïó&()*bcdnzžïÛȱ¡Û±Œt^= 9hØkhŸdð6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ@hØkhŸdð0J56B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ+hØkhŸdð56B*CJOJQJaJph/hØkhŸdð56B*CJOJQJmH!phsH!)hØkhŸdðB*CJOJQJmH!phsH!hj[B*CJOJQJaJph-hØkhŸdðB*CJOJQJaJmH!phsH!%hØkhŸdðB*CJOJQJaJph'hŸdðB*CJOJQJaJmH!phsH!hŸdðB*CJOJQJaJph ž¦§cyzü'‹’“ÉÊÜ æ è °
ç̯“̯z]¯“ÌFÌF“ç¯,hØkhŸdð6B*CJOJPJQJaJph8hØkhŸdð6CJOJQJaJfHmH!qÊ
ÿÿÿÿsH!0hØkhŸdð6CJOJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7hØkhŸdð56B*CJOJPJQJaJmH!phsH!9hØkhŸdð6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ4hØkhŸdð6B*CJOJPJQJaJmH!phsH!/hØkhŸdð56B*CJOJPJQJaJph°







   1 „ çеСŽycN6B*CJ]aJph(hjrþhŸdðB*CJOJQJ]aJph/hjrþhŸdð0J>6B*CJOJQJ]aJph/hjrþhŸdð0J>6B*CJH*OJQJaJph,hjrþhŸdð0J>6B*CJOJQJaJph%hjrþhŸdðB*CJOJQJaJphhjrþhŸdðCJOJQJaJ&hjrþhŸdð0J>6CJOJQJ]aJwqãq¶s¨ttu7vúvßwxymyO{N|O|P|Q|R|T|U|}|’|ççççÊççççççç¹¹¹¹¹¬¬¬ $dð¤a$gdDÜ$„rÿdð¤^„rÿa$gd MÂ$
& F„7„Éýdð¤7$8$H$^„7`„Éýa$gdŸdð$
& F„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gdŸdðùvúv’w“w²w³wÆwÇwÞwßwŒxxyy>y@ylymy6zxzyzìzízL{M{O{M|N|O|çÐÈÄȯÈЛÐçÐçЃÐçtaÈÄȯÈtÐçThü15CJ#OJQJaJ#$hjrþhŸdðCJOJQJaJnH!tH!hjrþhŸdðCJOJQJaJ/hjrþhŸdð0J>6B*CJH*OJQJaJphÿ'hjrþhŸdð0J>6B*CJ]aJphÿ)hjrþhŸdð0JB*CJOJQJaJphÿhŸdðjhŸdðU,hjrþhŸdð0J>6B*CJOJQJaJphÿ/hjrþhŸdð0J>6B*CJOJQJ]aJphÿO|P|R|S|T|~||’|“|Ý|Þ|ô|&}òåÎÁ´¢´’zbJ4+hDÜCJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ.hDÜ5CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ.hDÜ5CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ.hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿh V*hDÜ5CJOJQJaJ"h V*hDÜ56CJ#OJQJaJ#hDÜ5CJ#OJQJaJ#h MÂ5CJ#OJQJaJ#-jh MÂ5CJ#OJQJUaJ#mHnHuhŸdð5CJ#OJQJaJ#h¹.­5CJ#OJQJaJ# ’|“|Ç|Ý|Þ|ô|'}(})}2}3}u‚v‚‚ƒƒ…ƒ†ƒ‡ƒƒ‘ƒîˆïˆ1‰2‰òòòòòòòòååååååÔååååååååå$dð¤7$8$H$a$gdDÜ $dð¤a$gdDÜ $dð¤a$gdDÜ&}'}(})}1}2}3}?}}‘}RæͲ–}]}B2Bh V*hDÜ6CJOJQJaJ4h V*hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ?h V*hDÜ56CJOJPJQJaJfHmH!qÊ
ÿÿÿÿsH!1hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7h V*hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4h V*hDÜ5CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ1h V*hDÜCJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ1hœ{ëhDÜCJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ
RT\ËÌ㢀£€ª€«€þ‚ ‚v‚}‚‚€‚‚‚Â҂æ‚ó‚èÏ´èÏ´èϘ´è˜´˜|´è´a|aO"hõfM6B*CJOJQJaJph4h¦hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7h¦hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7h V*hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4h V*hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ1hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ.hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿó‚ƒUƒVƒdƒeƒiƒlƒ‚ƒƒƒ„ƒ…ƒ‡ƒëÛǬœ¬eL07h V*hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ1jhDÜ6CJOJPJQJUaJmHnHu7h¦hDÜ6>*CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4h V*hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿh¦hDÜ6CJOJQJaJ4h¦hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ'hØkhÂo6CJOJQJaJmH!sH!hØkhÂo6CJOJQJaJ(hØkhÂo6B*CJOJQJaJph ‡ƒˆƒƒƒžƒ“…”…•…›…œ……†
††ò†ù†ú†UˆWˆ`ˆïˆùˆúˆûˆ‰2‰?‰@‰T‰»‰Éωщ҉æÊæʯ—¯Êæʯ—æ¯æʯ—ʯÊ{—¯—æ{¯c—¯—VhDÜ6CJOJQJaJ.hÂo6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7h¦hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ.hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4h V*hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7h V*hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ1hDÜ56CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ!҉ىډŠŠŠŠŠŠ Š!ŠåĨćĨnR91hDÜ6>*CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ7jh LqhDÜ6CJOJPJQJUaJmHnHu1hDÜ6>*CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿAhDÜhDÜ0J6B*CJOJPJQJaJfHphÿqÊ
ÿÿÿÿ7hDÜhDÜ6>*CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ@jhDÜhDÜ6>*CJOJPJQJUaJfHqÊ
ÿÿÿÿ4h V*hDÜ6CJOJPJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ
2‰ŠŠ!Š"Š#Š/Š0Šˆ‹–ŒȌŽè&'é‘á–Mš%h%i%p%µ%¹%½%Þ%ß%&‘&’&“&Ì&Í&ø&ù&û&'íÞíÞíÞÎÞÎÞíÞÆÂÆ­ÆÞíÞíÞíޝ‰wÞíޝ‰ÞíÞíÞÆÂÆ­ÆÞí"hjrþhü15CJOJQJ\aJ'hjrþhü1CJOJQJ\aJmH sH hjrþhü1CJOJQJ\aJ)hjrþhü10JB*CJOJQJaJphÿhü1jhü1Uhjrþhü1CJOJQJ]aJhjrþhü1CJOJQJaJ$hjrþhü1CJOJQJaJmH sH .‡"À$>%¾%'æ')*****d*y*‹*Œ*ì*í*áááÇÇÇǺ­ “““““““ $dð¤a$gdjrþ $dð¤a$gdjrþ $dð¤a$gdÀS… $dð¤a$gd¹.­$
& F„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gdü1m$$
& F„7„Éýdð¤7$8$H$^„7`„Éýa$gdü1m$'
''E'F'Û'Ü'ß'à'ã'ä'ò'ó'¯(°(±(²(»(¿(À(Á(Ê(Ë(ÿ()) )
)
)))>)?)*
*******ñÞñÞñÞñÞñÞñÞñÞñÞñÞñÖÒÖ½ÖñÞñÞñÞñÞñÞñ°žŒ}h(h¯cŸh 5B*CJ#OJQJaJ#phjhbhbOJQJU"hjrþ5B*CJ#OJQJaJ#ph"hgIË5B*CJ#OJQJaJ#phhü15CJ#OJQJaJ#)hjrþhü10JB*CJOJQJaJphÿhü1jhü1U$hjrþhü1CJOJQJaJmH sH hjrþhü1CJOJQJaJ(**.*5*C*Q*S*]*a*c*d*l*m*x*y*Š*‹*Œ*èθθΛ‚kXkXÎXÎXD'hjrþh 5B*CJOJQJ\ph%h 5B*CJ#OJQJ\aJ#ph-h 5B*CJ#OJQJ\aJ#mH!phsH!1h¯cŸh 56B*CJ#OJQJ\]aJ#ph9h¯cŸh 56B*CJ#OJQJ\]aJ#mH!phsH!+h¯cŸh 5B*CJ#OJQJ\aJ#ph3h¯cŸh 5B*CJ#OJQJ\aJ#mH!phsH!-hjrþ5B*CJ#OJQJ\aJ#mH!phsH!Œ**‘*’*˜*™*œ*¡*½*Ç*Ë*Ø*Ù*ì*í*+++çÑ¿Ñ¿çªçzÑ¿çiTBT"hõfM5B*CJOJQJaJph(h¯cŸh 5B*CJOJQJaJph!hjrþh B*CJOJQJph+h¯cŸh 6B*CJOJQJ]aJph3h¯cŸh 6B*CJOJQJ]aJmH!phsH!(h¯cŸh B*CJOJQJ]aJph"h B*CJOJQJ]aJph*h B*CJOJQJ]aJmH!phsH!0h¯cŸh B*CJOJQJ]aJmH!phsH!++++*+++,+-+.+^+_+s+¡+¢+åιå׎¹~nW@-%h¯cŸh B*CJOJQJaJph-h¯cŸh B*CJOJQJaJmH!phsH!-h¯cŸh B*CJOJQJaJmH!phsH!h B*CJOJQJaJphhõfMB*CJOJQJaJph0h¯cŸh 5B*CJOJQJaJmH!phsH!"h 5B*CJOJQJaJph(h¯cŸh 5B*CJOJQJaJph-hõfM5B*CJOJQJ\aJmH!phsH!3h¯cŸh 5B*CJOJQJ\aJmH!phsH!
í*.+]+¢+Ü+Ý+Þ+ç+è+¥2¦2é2ê2°3±3²3´3½3¾3×:Ø:òòòòòòèèÛÛÛÛÊÛÛ»ÛÛ­­$dð¤a$gdjrþm$
ÆÅdð¤gdjrþ$dð¤7$8$H$a$gdjrþ $dð¤a$gdjrþ dð¤gdjrþ $dð¤a$gdjrþ¢+£+¤+¬+Ü+Ý+Þ+è+ó+ô+,---6-ëÛı¡ŽxY@!xY=hr6h 0J6B*CJOJQJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ1hr6h 6B*CJaJfHphqÊ
ÿÿÿÿ!hGþh B*CJOJQJph-hr6h B*CJOJQJaJmH!phsH!3jhbB*CJOJQJUaJmHnHphu*h 6B*CJOJQJaJmH!phsH!0hËùh 6B*CJOJQJaJmH!phsH!3hËùh 56B*CJOJQJaJmH!phsH!6hËùh 56B*CJOJQJ\aJmH!phsH!3hËùh 56B*CJOJQJaJmH!phsH!ñ;ò;þ;Nm?n?o??,@-@È@Ë@Ì@BBºB¼BkCmC®C»C½CÍCÒCDDD"D,D-D.D/DµD¾DÖDEEEEEE E!ETE^E§E¨EûEìÓìÓì¾ìÓìÓ§ìÓìÓìÓì§ì§ì§ì§ì§ì’Óì§ì§ì§ì§ìÓì§x§x§3hÁ¦h 6B*CJOJQJ]aJmH!phsH!(hÁ¦h B*CJH*OJQJaJph-hÁ¦h B*CJOJQJaJmH!phsH!)hÁ¦h 0J#B*CJOJQJaJph0hÁ¦h B*CJH*OJQJaJmH!phsH!%hÁ¦h B*CJOJQJaJph.ûEF FAFBFDFEFTFUFWFXFcFrF‘F¨F¶F¾FÒF;GG?GAG—G˜G™G›GHHH)H*H+H)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!)hÁ¦hGþB*CJOJQJmH!phsH!hÁ¦h B*OJQJphhÁ¦hïhÎOJQJ+hÁ¦h 5B*CJOJQJ\aJph(hÁ¦h 6B*CJOJQJaJph%hÁ¦h B*CJOJQJaJph0hÁ¦h 5B*CJOJQJaJmH!phsH!(hÁ¦h 5B*CJOJQJaJph"hÁ¦5B*CJOJQJaJphíeöeùeüeÿefèèèèè$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎfff.$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎÐkd¾$$If–lÖ”Ör”ÿ&é¬ o 2Î ÿÿÿÿÿÿÿÿô ÿÿÿÿÿÿÿÿô ÿÿÿÿÿÿÿÿô ÿÿÿÿÿÿÿÿô ÿÿÿÿÿÿÿÿ
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÖÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ2ÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿytïhÎf ffffèèèè$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎff"f.$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎÐkd¤$$If–lÖ”Ör”ÿ&é¬ o 2Îÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿ
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ2ÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿytïhÎ"f#f(f-f2fèèèè$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎ2f3f6f.$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎÐkdn$$If–lÖ”Ör”ÿ&é¬ o 2Îôôôô
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ2ÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿytïhÎ6f7f8f>fDfèèèè$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎDfEfHf.$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎÐkd*$$If–lÖ”Ör”ÿ&é¬ o 2Îÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿôÿÿÿÿÿÿÿÿ
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ2ÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿytïhÎHfIfJfKfPfèèèè$
Æ„Š dð¤$Ifa$gdïhÎPfQfuf. $dð¤a$gdGþm$Ðkdô$$If–lÖ”Ör”ÿ&é¬ o 2Î ô ô ô ô 
t Ö0ÿÿÿÿö6öÖÿÿÿÿÿÖÿÿÿÿÿÖÖÿÿÿÿÿ4Ö4Ö
laöpÖ2ÿÿÿÿÿÿÿÿÿÿytïhÎufwfijj›jœjül0oÁpasCuMyéz}È҂ȃí××űؘ˜˜˜˜˜˜˜˜˜$
Æ„7dð¤7$8$H$`„7a$gd”&Ž$
ÆÅdð¤È¤a$gd”&Ž$
ÆÅdð¤a$gd”&Ž$
ƪŠ „7dð¤`„7a$gdGþ$
ƪŠ dð¤a$gdGþ†fŽfïfðfgggggCgtgvgxg gÒgÓgÕgýg/h0h2hXhYhZhbhchƒh„hŒhhhµh¶h·hàháhèhêhìhiiHi€i®i¸iºiÙiÚiáiãiïiñijjjjjjŽjjjîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÄîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙîÙî­,hÁ¦h”&Ž5B*CJOJQJmH!phsH!)hÁ¦hGþB*CJOJQJmH!phsH!)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJpho?opo’o“o¾pÀpÁpüpëÖÅÖÅÖÅÖ­ÖÅÖÅÖÅÖÅÖ­ÖÅÖŖ…pÅÖÅÖÅÖŖpÅ)hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!!hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJph,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!/hÁ¦h 6B*CJOJQJ]mH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!'hÁ¦h 6B*CJOJQJ]ph$üpÿp\qlq˜qšq§q°q&r(r)r»r½r`saszs‚s@uBuCuSuéuêuëu×vÜvÝv+y,yIyíÜíÜíÜíÜÅÜ°™Ü„ÜíÜńܰÜÅÜÅÜkOk7hÁ¦h 6B*CJOJQJ]mH!nH!phsH!tH!1hÁ¦h B*CJOJQJmH!nH!phsH!tH!)hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h 6B*CJOJQJmH!phsH!)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph$hÁ¦h 6B*CJOJQJphIyJyLyMy4z6z7zãzèzézn{êϺ ‰t U6%!hÁ¦h B*CJOJQJph=hÁ¦h”&ŽB*CJH*OJQJfHmH!phqÊ
ÿÿÿÿsH!=hÁ¦h B*CJH*OJQJfHmH!phqÊ
ÿÿÿÿsH!)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!2hÁ¦h B*CJOJQJfHphqÊ
ÿÿÿÿ)hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!4hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!nH!phsH!tH!)hÁ¦h B*CJOJQJnH!phtH!
n{p{Â{Ä{Q|S|™|›|­|¯|}}}}=}?}d}f}g}Û~Ý~Þ~ÅíÜíÜíÜÅÜíÜÅ°›„k„R„ÜÅÜ?%hÁ¦h 0J#B*CJOJQJph0hÁ¦h 0JB*CJH*OJQJmH!phsH!0hÁ¦h 0J6B*CJOJQJmH phsH -hÁ¦h 0JB*CJOJQJmH phsH )hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph$hÁ¦h 6B*CJOJQJphÅÇÈÀÁāЁT‚̂т҂è‚ê‚ăƃǃȃöƒøƒ„&„€„‚„΄Єçп¨¿‘~¿~çпk¿¨¿V¿k¿B¿¨~ç'hÁ¦h 6B*CJOJQJ]ph)hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!$hÁ¦h 6B*CJOJQJph%hÁ¦h 0J#B*CJOJQJph-hÁ¦h 0J#B*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph-hÁ¦h”&Ž0J#B*CJOJQJmH!phsH!0hÁ¦h 0J#B*CJH*OJQJmH!phsH!Єф҄…!…6…F…ó…ô…õ…ù…‹†Œ†x‡z‡Kˆrˆsˆˆ€ˆ‚ˆƒˆˆµˆýˆþˆ‰‰…‰‡‰ĉƉü‰ŠˆŠìÕįįįĘăÄpįY¯YpįįʃÄpÄpÄpÄ,hÁ¦h 6B*CJOJQJmH!phsH!$hÁ¦h 6B*CJOJQJph)hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph-hÁ¦h”&Ž0J#B*CJOJQJmH!phsH!%hÁ¦h 0J#B*CJOJQJph"ȃ҄Œ†‰‰Š Žµ¶·Á¦‘§‘¶‘·‘ææææææÑѺÑ樔¨$
ÆÅdð¤È¤a$gd”&Ž$
ÆÅdð¤a$gd”&Ž$
Ædð¤È¤7$8$H$a$gd”&Ž$
Ædð¤7$8$H$a$gd”&Ž$
Æ„7dð¤7$8$H$`„7a$gd”&ŽˆŠ‰Š©Š«Šk‹m‹Œ&ŒLŒbŒ´Œ˜œž Ž Ž…Ž Ž©Ž¬ŽÀŽŽåŽêӺӡӐӐӐydêddQDhÁ¦h CJOJQJ$hÁ¦h 6B*CJOJQJph)hÁ¦h B*CJOJQJmH!phsH!,hÁ¦h B*CJH*OJQJmH!phsH!!hÁ¦h B*CJOJQJph0hÁ¦h 0JB*CJH*OJQJmH!phsH!0hÁ¦h 0J6B*CJOJQJmH phsH -hÁ¦h 0JB*CJOJQJmH phsH )hÁ¦h”&ŽB*CJOJQJmH!phsH!´µ¶·¿Àяҏӏ!"*124ô‘‘‘‘‘r‘€‘‘ñäÓɼªœÓ‹wg‹ä‹ä‹äñä‹ä‹wgYgG#hÁ¦h 6CJOJQJmH!sH!hÁ¦h CJOJQJ]hÁ¦h 6CJOJQJ]&hÁ¦h 6CJOJQJ]mH!sH! hÁ¦h CJOJQJmH!sH!hÁ¦h 5CJOJQJ#hÁ¦h 5CJOJQJmH!sH!hÁ¦hÁ¦CJOJQJh”&ŽCJOJQJ hÁ¦h”&ŽCJOJQJmH!sH!hÁ¦h CJOJQJhÁ¦h 6CJOJQJ‘¦‘§‘¶‘·‘÷‘F’f’g’ےܒ
““m“n“¹“º“»“¼“a”b”¬”®”ߔà”z•{•ÕŕóáÓǸ¨–‡¸‡¸xmxXx¸‡¸‡¸H¸‡¸‡¸HhÁ¦h CJH*OJQJaJ)hÁ¦h”&Ž0JB*CJOJQJaJphÿhÁ¦hbOJQJjhÁ¦hbOJQJUhÁ¦h”&ŽCJOJQJaJ"hÁ¦h CJOJQJ\]aJhÁ¦h CJOJQJ\aJhÁ¦h CJOJQJaJhÁ¦h 5OJQJhÁ¦h 5CJOJQJ#hÁ¦h”&Ž5CJOJQJmH!sH!hÁ¦h CJOJQJ·‘g’ܒ¼“b”à”{•ñ•—˜$™«™E›ò›•œy[žöžáŸ O¡X¢âV£Ü£l¤ܤçççççççççççççççççççççççççç$
& F„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gd”&Žŕð•ñ•§–©–——Š—‹—ɗʗü—ý—˜˜˜˜™˜ؘ٘ ™
™#™$™ª™«™KšLššÚ-›.›D›E›–›—›¾›¿›ڛۛñ›ò›”œ•œáœâœ'(abxyZž[žõžöžNŸOŸ‘Ÿ’ŸñâñÒñâñøãÃñâñøãÃñâñâñøãÃñâñøãÃñâñâñøãÃñâ“âñâñøÃhÁ¦h CJOJQJ\aJ)hÁ¦h 0JB*CJOJQJaJphÿhÁ¦hbOJQJjhÁ¦hbOJQJUhÁ¦h CJH*OJQJaJhÁ¦h”&ŽCJOJQJaJhÁ¦h CJOJQJaJ:’ŸȟɟàŸáŸ  Œ  N¡O¡y¡ç¡ü¡¢W¢X¢¢âU£V£Û£Ü£k¤l¤Û¤ܤ·¥¸¥¦¦§¦G§H§h§€§êṶ̝̂̽̽̽Šs½Ì½Ì½Ì½Ì½Ì½Ì½Ì½ÌhWÌ hÁ¦h 0J@CJOJQJaJhÁ¦h OJQJ-hÁ¦h CJOJQJaJfHqÊ
ÿÿÿÿ%hÁ¦h 6CJOJQJ\]aJhÁ¦h CJOJQJ\aJhÁ¦h 6CJOJQJaJhÁ¦h”&ŽCJOJQJaJhÁ¦h CJOJQJaJjhÁ¦hbOJQJU)hÁ¦h 0JB*CJOJQJaJphÿ"ܤ¸¥§¦3¨D©¨©éª¬¤¬ˆ­'®Ç®È®É®Ê®Ì®ήÏ®°N°š°çççççççççççÖÖÖÌÌÌ¿±±$dð¤a$gdHgm$ $dð¤a$gdHg dð¤gdHg$„dð¤^„a$gdHg$
& F„7„Éýdð¤^„7`„Éýa$gd”&Ž€§§Ó§Ô§¨¨2¨3¨ú¨-©C©D©§©¨©IªJª’ª“ªϪЪèªéªŒ««Ä«Å«ð«ñ«¬¬£¬¤¬­¬‡­ˆ­&®'®¦®Å®Æ®Ç®ðåðÐðÁ²Á¢Á²Á²ÁðåðÐðÁ²ÁðåðÐðÁ²Á²Á’²Á²ÁƒpÁ$hÁ¦hHgCJOJQJaJmH sH hÁ¦hHgCJOJQJaJhÁ¦h CJOJQJ\aJhÁ¦h >*CJOJQJaJhÁ¦h”&ŽCJOJQJaJhÁ¦h CJOJQJaJ)hÁ¦h 0JB*CJOJQJaJphÿhÁ¦hbOJQJjhÁ¦hbOJQJU(ǮȮɮʮ̮ͮЮê®ù®ú®¯°°°ðàÑĪ̈r`L8$'hœ/üh|SÔ5CJ#OJQJaJ#mHsH'h1éh”&Ž5CJ#OJQJaJ#mH!sH!'h1éh|SÔ5CJ#OJQJaJ#mHsH"h1éh|SÔ56CJ#OJQJaJ#*h1éh”&Ž56CJ#OJQJaJ#mH!sH!"h1éh”&Ž56CJ#OJQJaJ#h1éh|SÔ5CJ#OJQJaJ#3jhHghHg5CJ3OJQJUaJ#mHnHuhHg5CJ#OJQJaJ#h1éhHgCJOJQJaJhHgCJOJQJaJmH sH hÁ¦CJOJQJaJmH sH 
°L°N°–°˜°š°œ°¼°d±±’±ð±ò±¤Þßßßß߉ߊߌߴßäß à±à²à³àªá¬á,â-âDâšâ›â¶â·âÖâåâîâïâôâõâUãZãä¬ä°ä²äÈäÜäfånåŽå˜åšå¬å2æ3æ5æWænæçç ç!çñáÕÂñÂñáñ®ñáÕÂáÂÕ®Âñ®®ÂñáÕÂáñÂáÂñÂñÂñáñžñÂá®ÂñáÕh4|`h|SÔ6CJOJQJaJ'h4|`h|SÔ6CJOJQJaJmH!sH!$h4|`h|SÔCJOJQJaJmH!sH!h|SÔCJOJQJaJh4|`h|SÔCJH*OJQJaJh4|`h|SÔCJOJQJaJ4³à-âõâ!çtêvê˜êšê¬ë„ìÈîÎðóãõTûVûbûdûêêêêêÛÃÃÃÃÃÃÃï۞$„Ådð¤`„Åa$gd|SÔ$dð¤0¤0XDYDa$gdbm$$„7dð¤0¤0XDYD`„7a$gdbm$$dð¤È¤a$gd|SÔ$„7dð¤7$8$H$`„7a$gd|SÔ!çNçVç|ç”ç:è
kecioren evden eve nakliyat gaziantep evden eve nakliyat mardin evden eve nakliyat alucrabeylikduzu escort beylikduzu escort bayan hacklink hacklink